Tampilkan postingan dengan label Mapel PAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mapel PAI. Tampilkan semua postingan

Pendidian Agama Islam dan Budi Pekerti KLS IX

Menuai Keberkahan dengan rasa Hormat dan Taat Kepada Orang Tua dan Guru

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Sebelum membaca materi ini silahkan kalian isi absen terlebih dahulu (klik pada kelas dibawah ini )

👉Absen Online KLS IX A
👉Absen Online KLS IX B






Sebelum lahir ke dunia, kita berada di perut ibu kurang lebih sembilan bulan lamanya. Saat seorang ibu sedang hamil, badannya lemah bertambah lemah dan terasa makin susah. Terlebih saat melahirkan, sungguh nyawa menjadi taruhannya. Setelah anaknya lahir, tugas seorang ibu selanjutnya adalah merawat dan membesarkan anak – anaknya. Ketika anaknya lapar, ibu segera menyuapi dengan penuh kelembutan. Saat anaknya sakit, seorang ibu akan segera memeriksakan anaknya ke dokter atau bidan supaya segera sembuh.

Seorang ayah bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Badannya yang letih dan kepanasan tak membuat seoran ayah menyerah untuk bekerja. Keinginan dan motivasi yang kuat untuk membahagiakan keluarga membuat semangatnya makin membara. Inilah gambaran nyata betapa besarnya kasih saying kedua orang tua kepada anak – anaknya. Kedua orang tua sangat menginginkan anak – anaknya tumbuh sehat, kuat, cerdas, salih / salihah dan menjadi anak yang berbakti.

Kedua orang tua telah berjasa besar dalam kehidupan kita. Keduanya memberikan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Setiap hari, kedua orang tua berdoa kepada Allah SWT agar anak – anaknya selalu berada dalam lindungan – Nya. Kasih sayang kedua orang tua kepada anak – anaknya tak ternilai harganya. Seandainya dunia dan seisinya digunakan untuk membalas budi kedua orang tua, tak akan sepadan dengan penggorbanannya. Sudah seharusnya kita menghormati, menyayangi dan mentaati kedua orang tua. Jika ini kita lakukan, kita akan memperoleh keberkahan hidup. Hidup berkah adalah hidup penuh manfaat, mendapat perlindungan dan kasih sayang Allah SWT.

1.Hormat dan Sayang kepada Kedua Orang Tua dan Guru.

Kehormatan dan kebahagiaan hidup sebuah keluarga akan terwujud jika semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Anak menghormati orang tua dan orang tua menyayangi anaknya. Seorang adik menghormati kakaknya dan kakak menyayangi adik – adiknya. Sikap saling menghormati dan menyayangi seperti ini harus dibiasakan mulai dari keluarga. Pembiasaan dan penanaman akhlak mulia sejak dari dalam keluarga akan membentuk karakter positif seorang anak.

Menghormati dan menyayangi kedua orang tua merupakan kewajiban seorang anak. Sikap menghormati dan menyayangi kedua orang tua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas budi kita kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah SWT untuk menghormati kedua orang tua.

Mengingat jasa – jasa mereka kepada kita sungguh tak ternilai. Kewajiban menghormati kedua orang tua banyak tertuang dalam al – Qur’an, diantaranya Q.S. al – Isra / 17 : 23 berikut ini :

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya : “Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali – kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jananlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (Q.S. al – Isra / 17 : 23).

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT mewajibkan kita berbuat baik kepada ibu bapak. Tutur kata kita kepada keduanya haruslah lemah lembut. Mengucapkan kata “ah” kepada orang tua saja tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata – kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Ketika kita sedang sinasihati orang tua, dengarkan baik– baik, jangan memotong pembicaraan. Kita berusaha menampilkan sikap terbaik supaya kedua orang tua merasa dimuliakan. Nasihat – nasihat tersebut kita laksanakan dengan sebaik – baiknya.

Menghormati kedua orang tua akan mendatangkan kberkahan hidup bagi seorang anak. Mengapa demikian ?. karena dengan menghormati kedua orang tua, mereka akan merasa senang dan bangga. Mereka akan berdoa kepada Allah SWT agar anak – anaknya mendapat perlindungan – Nya. Doa orang tua sangat berarti bagi anak – anaknya. Inilah yang akan menjadikan hidup kita bermanfaat dan mendapat perlindungan serta kasih saying Allah SWT.

Anak yang menghormati kedua orang tuanya akan selalu meminta nasihat, petunjuk, dan doa. Inilah cerminan anak salih/ salihah. Anak salih tidak menganggap orang tuanya bodoh dan ketinggalan zaman. Mereka juga tidak merasa malu dan menyesal dengan keadaan orang tua. Meskipun pendidikan seorang anak lebih tinggi dan orang tua, ia tetap tidak meremehkan dan menganggap rendah orang tuanya. Mereka memosisikan orang tua di tempat yang mulia. Setiap hari meminta doa restu kedua orang tua agar cita- citanya tercapai. Ada seseorang bertanya kepada rasulullah Saw, antara bapak dan ibu manakah yang lebih berhak di perlakukan dengan baik? Cermatilah kisah berikut ini!

Ibnu Mas’ud, seorang sahabat rasulullah Saw. Bertanya, “Wahai rasulullah, siapakah yang lebih berhak aku pergauli dengan baik? “beliau menjawab: “ibumu. “kutanyakan lagi, “lalu siapa lagi? “beliau menjawab: ibumu. “aku bertanya lagi, “siapakah lagi? “beliau menjawab: “Ibumu. “aku bertanya lagi, “siapakah lagi? “Beliau baru menjawab: “kemudian, barulah bapakmu, kemudian kerabat yang paling terdekat yang terdekat” .

Anak saleh juga akan menghormati gurunya sebagaimana ia menghormati kedua orang tua. Guru telah berjasa besar mendidik kita menjadi pintar dan berahlak mulia. Ia akan selalu mengikuti pelajaran dengan penuh semangat. Mengerjakan tugas sekolah dengan baik dan tepat waktu. Mendengarkan dan melaksanakan nasihat dan petunjuk dengan sungguh- sungguh. Pantang bagi anak saleh untuk menyakiti hati gurunya. Justru ia akan selalu berusaha membuat gurunya senang dan bangga dengannya. Ia akan selalu minta nasihat dan doa dari setiap guru yang mengajar di kelas. Jika dalam satu hari ia mendapat doa dari empat guru, dalam satu minggu, ia akan mendapat dua puluh delapan kali doa dari guru- guru tersebut. Berarti, dalam satu bulan, ia mendapat seratus dua belas kali doa, dan seribu tiga ratus empat puluh empat kali doa dalam satu tahun. Subhanallah, doa- doa dari bapak dan ibu guru inilah yang turut andil dalam kesuksesan dan keberkahan hidup kita. Sungguh Allah Swt. Mengabulkan semua doa hamba- nya, apalagfi doa itu di panjatkan dengan ikhlas oleh bapak dan ibu guru secara berulang- ulang dan terus menerus. Tentu doa- doa ini sulit kita dapatkan jika kita sering membuat bapak ibu guru kecewa dan sakit hati karena perilaku buruk yang kita lakukan. Oleh karena itu hormatilah bapak dan ibu guru dengan sepenuh hati. Contoh lain akhlak anak saleh, saat berjalan dan berpapasan dengan bapak dan ibu guru, mereka akan menyapa sambil tersenyum dan mencium tangannya. Sikap mulia ini adalah salah satu bentuk sikap menghormati bapak dan ibu guru baik ketika di sekolah maupun di luar sekolah.

2. Taat kepada Orang Tua dan Guru.

Perhatikan Q.S. Luqman / 31 : 14 berikut ini :

وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسٰنَ بِوَالِدَيۡهِ‌ۚ حَمَلَتۡهُ اُمُّهٗ وَهۡنًا عَلٰى وَهۡنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِىۡ عَامَيۡنِ اَنِ اشۡكُرۡ لِىۡ وَلِـوَالِدَيۡكَؕ اِلَىَّ الۡمَصِيۡ

Artinya ; “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada – Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada aku kembalimu”. (Q.S. Luqman / 31 : 14).

Seorang anak wajib menaati kedua orang tua. Ketaatan seorang anak kepada kedua orang tua merupakan bentuk “Birrul Walidain”. Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama. Hal ini pernah dijelaskan oleh rasulullah SAW. Cermatilah isi dari sabda Rasulullah SAW berikut Ini : Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling mulia ?.”. Beliau menjawab : “Salat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi, “Kemudian apakah lagi wahai Rasulullah ?”. beliau menjawab : “Kemudian, berbakti kepada kedua orang tua”. Aku bertanya lagi, apalagi wahai Rasulullah ?, Beliau menjawab : “Kemudian, berjuang di jalan Allah”.

Berbakti kepada orang tua akan mendapatkan banyak keberkahan dan keutamaan bagi seorang anak. Keberkahan ini dapat dirasakan baik ketika masih hidup di dunia maupun kelak di akhirat. Beberapa keberkahan dan keutamaan tersebut adalah sebagaimana berikut ini :

  1. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kunci masuk surga. Allah SWT akan membuka pintu surge bagi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Bahkan, dia akan mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di surge. Hal ini dikarenakan rida Allah SWT bergantung dari rida orang tua. Murka Allah SWT juga bergantung murka orang tua. Anak yang durhaka kepada orang tuanya tidak akan masuk surge atau dengan kata lain, ia akan masuk neraka.
  2. Berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari berjuang di jalan Allah SWT. Berjuang di jalan Allah memiliki nilai pahala sangat besar di sisi Allah SWT. Seorang anak yang ikhlas berbakti kepada kedua orang tuanya akan mendapat pahala sangat besar dari Allah
  3. Berbakti dan menghormati orang tua dapat melebur dosa – dosa besar. Dosa – dosa yang pernah dilakukan seorang anak akan mendapat ampunan dari Allah SWT, disebabkan ia berbakti kepada kedua orang tuanya. Ampunan Allah SWT merupakan karunia sangat berharga bagi seorang manusia, sebab ampunan Allah SWT akan menjadikan hidup kita tenang dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat

Bentuk berbakti kepada kedua orang tua beragam, diantaranya dengan menaati perintah mereka. Sikap terbaik seorang anak ketika dimintai tolong orang tuanya adalah segera melaksanakan dengan senang hati dan tak mengharap imbalan.

Disamping berbakti kepada orang tua, kita harus taat kepada guru. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, wajib pula mematuhi perintah para guru selama tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Guru adalah orang tua kedua setelah orang tua kandung atau orang tua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan, serta menanamkan akhlak mulia. Ia tak kenal lelah berusaha maksimal guna mencerdaskan anak bangsa.

Menghormati, menyayangi serta memuliakan guru merupakan perilaku terpuji yang harus kita lakukan. Segala perintah dan nasihatnya kita laksanakan sepenuh hati. Setiap saat kita doakan mereka supaya mendapat perlindungan Allah SWT. Jika ini dilakukan oleh seluruh murid, sungguh ini akan membawa keberkahan bagi pendidikan di Indonesia.

Guru telah berjasa melestarikan dan menyampaikan ajaran Islam sehingga kita memiliki akidah yang lurus serta memahami antara yang hak dan batil. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk menghormati dan menaati guru. Hal ini disebabkan guru adalah pewaris ilmu dan menjadi salah satu jalan menuju keberkahan ilmu. Ilmu yang berkah adalah ilmu yang dimanfaatkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari – hari.

Seorang murid dilarang meremehkan dan merendahkan gurunya. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita semua agar tidak merendahkan seorang guru. Perhatikan hadits berikut ini : Dalam sebuah hadits riwayat al – Baihaqi, rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang merendahkan gurunya, akan ditimpakan oleh Allah kepadanya tiga azab (penderitaaan) : 1. Sempit rezekinya, 2. Hilang manfaat ilmunya, 3. Keluar dari dunia ini (wafat) tanpa iman”.

Sabda Rasulullah SAW tersebut menegaskan bahwa kamu dilarang merendahkan, apalagi menghina atau mencela guru, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sikap ini harus dipegang sungguh – sungguh, sebab bisa jadi suatu saat kamu lebih pintar dari guru – guru kamu. Meskipun demikian, kamu harus tetap rendah hati dan menghormatinya karena pada hakikatnya kepandaian kamu saat ini adalah berkat didikan guru – guru kamu dahulu. Merendahkan guru merupakan sikap tercela dan menjadi cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa terima kasih kepada guru

Share:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti KLS VIII


Bab 9 Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru


Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Sebelum membaca materi ini silahkan kalian isi absen terlebih dahulu (klik pada kelas dibawah ini )


Pentingnya Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua




Menghormati orang tua sangat ditekankan dalam Islam. Banyak ayat di dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. Selain menyeru untuk beribadah kepada Allah Swt. semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, al-Qur’an juga menegaskan kepada umat Islam untuk menghormati kedua orang tuanya.

Sebagai muslim yang baik, tentunya kita memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua kita baik ibu maupun ayah. Agama Islam mengajarkan dan mewajibkan kita sebagai anak untuk berbakti dan taat kepada ibu maupun ayah. Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap dan perbuatan yang terpuji.

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada umat manusia untuk menghormati orang tua. Dalil-dalil tentang perintah Allah Swt. tersebut antara lain:

{وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّي ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24) }


Artinya : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan dahd dan janganlah engkau membentak keduanya, dan uapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan uapkanlah, dahai Tuhanku Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil." (Q.S. al-Isra’/17: 23-24)

Pentingnya seorang anak untuk meminta doa restu dari kedua orang tuanya pada setiap keinginan dan kegiatannya karena restu Allah Swt. disebabkan restu orang tua. Orang yang berbakti kepada orang tua doanya akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt. Apalagi seorang anak mau melakukan atau menginginkan sesuatu. Seperti, mencari ilmu, mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya, yang paling penting adalah meminta restu kedua orang tuanya. Dalam sebuah hadis disebutkan:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Artinya : "Rida Allah terletak pada ri«a orang tua, dan murka Allah terletak pada kemurkaan orang tua." (HR. Baihaqi).


سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي


Artinya : "Aku bertanya kepada Nabi saw., "Amalan apakah yang paling diintai oleh Allah Swt." Beliau menjawab, "alat pada waktunya." Aku berkata, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada orang tua." Aku berkata, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Kemudian jihad di jalan Allah." (HR. Bukhari).

Perlu ditegaskan kembali, bahwa birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua), tidak hanya sekadar berbuat ihsan (baik) saja. Akan tetapi, birrul walidain memiliki bakti’. Bakti itu pun bukanlah balasan yang setara jika dibandingkan dengan kebaikan yang telah diberikan orang tua. Namun setidaknya, berbakti sudah dapat menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur.

Imam Anawaawi menelaskan Arti rrulālan yaitu berbuat baik terhadap kedua orang tua bersikap baik kepada keduanya melakukan berbagai hal yang dapat membuat mereka bergembira serta berbuat baik kepada temanteman mereka.

Imam Adz-Dzahabi menjelaskan, bahwa birrul walidain atau bakti kepada orang tua, hanya dapat direalisasikan dengan memenuhi tiga bentuk kewajiban:
Menaati segala perintah orang tua, kecuali dalam maksiat.
Menjaga amanah harta yang dititipkan orang tua, atau diberikan oleh orang tua.
Membantu atau menolong orang tua bila mereka membutuhkan.

Tentu saja, kewajiban kita untuk berbakti kepada kedua orang tua dan guru bukan tanpa alasan. Penjelasan di atas merupakan alasan betapa pentingnya kita berbakti kepada kedua orang tua dan guru.

Adapun hikmah yang bisa diambil dari berbakti kepada kedua orang tua dan guru, antara lain seperti berikut.

  1. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan amal yang paling utama.
  2. Apabila orang tua kita ri«a atas apa yang kita perbuat, Allah Swt. pun rida.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yaitu dengan cara bertawasul dengan amal saleh tersebut.
  4. Berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur.
  5. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menjadikan kita dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Swt.


Pentingnya Hormat dan Patuh Kepada Guru





Guru adalah orang yang mengajarkan kita berbagai ilmu pengetahuan dan mendidik kita sehingga menjadi orang yang mengerti dan dewasa. Setinggi pangkat atau kedudukan seseorang, tetaplah ia seorang pelajar yang berhutang budi kepada guru yang pernah mendidiknya dahulu.


Guru adalah orang yang mengetahui ilmu (alim/ulama), dialah orang yang takut kepada Allah Swt.


وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya : "Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermaam-maam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah Swt. yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Swt. Mahaperkasa, Maha engampun." (Q.S. Fatir/5: 28)


Guru adalah pewaris para nabi. Karena melalui guru, wahyu atau ilmu para nabi diteruskan kepada umat manusia. Imam Al-Gazali mengkhususkan guru dengan sifat-sifat kesucian, kehormatan, dan penempatan guru langsung sesudah kedudukan para nabi. Beliau juga menegaskan bahwa: Seorang yang berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, maka dialah yang dinamakan besar di bawah kolong langit ini, ia adalah ibarat matahari yang menyinari orang lain dan menahayai dirinya sendiri, ibarat minyak kesturi yang baunya dinikmati orang lain dan ia sendiri pun harum. Siapa yang berkerja di bidang pendidikan, maka sesungguhnya ia telah memilih pekerjaan yang terhormat dan yang sangat penting, maka hendaknya ia memelihara adab dan sopan satun dalam tugasnya ini.

Penyair Syauki telah mengakui pula nilainya seorang guru dengan kata-kata sebagai berikut: dBerdiri dan hormatilah guru dan berilah penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang rasul.d

Guru adalah bapak rohani bagi seorang murid, ialah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, dan membimbingnya. Maka, menghormati guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita, dengan guru itulah, mereka hidup dan berkembang.

Sesuai dengan ketinggian derajat dan martabat guru, tidak heran kalau para ulama sangat menghormati guru-guru mereka. Cara mereka memperlihatkan penghormatan terhadap gurunya antara lain sebagai berikut :

  1. Mereka rendah hati terhadap gurunya, meskipun ilmu sudah lebih banyak ketimbang gurunya.
  2. Mereka menaati setiap arahan serta bimbingan guru. Misalnya seorang pasien yang tidak tahu apa-apa tentang penyakitnya dan hanya mengikut arahan seorang dokter pakar yang mahir.
  3. Mereka juga senantiasa berkhidmat untuk guru-guru mereka dengan mengharapkan balasan pahala serta kemuliaan di sisi Allah Swt.
  4. Mereka memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan (memuliakan) serta memercayai kesempurnaan ilmunya. Ini lebih membantu pelajar untuk memperoleh manfaat dari apa yang disampaikan guru mereka.

Berdasarkan uraian di atas, betapa pentingnya menghormati guru. Dengan menghormati guru, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut :
  1. Ilmu yang kita peroleh akan menjadi berkah dalam kehidupan kita.
  2. Akan lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikannya.
  3. Ilmu yang diperoleh dari guru akan menjadi manfaat bagi orang lain.
  4. Akan selalu didoakan oleh guru.
  5. Akan membawa berkah, memudahkan urusan, dianugerahi nikmat yang lebih dari Allah Swt.
  6. Seorang guru tidak selalu di atas muridnya. Ilmu dan kelebihan itu merupakan anugerah Allah Swt. akan memberikan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Ny


----Diambil dari buku sumber ----








Share:

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti KLS VII








BAB 9 MEMUPUK RASA PERSATUAN PADA HARI YANG KITA TUNGGU

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Amin. Sebelum membaca materi ini silahkan kalian isi absen terlebih dahulu (klik pada kelas dibawah ini )



RENUNGKANLAH
Hari Jum’at disebut juga “Sayyidul Ayyam”, artinya “tuannya hari”. Hari Jum’at mempunyai keistimewaan dibandingkan hari lain. Kata Jum’at diambil dari kata “jama’a” yang artinya “berkumpul”. Yaitu hari berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan berupa salat Jum’at.
Salah satu bukti keistimewaan hari Jum’at adalah disyariatkannya salat Jum’at. Yaitu Salat Duhur berjamaah pada hari Jum’at. Bahkan mandinya hari Jum’at pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah. Imam Syafi’i menjelaskan sunahnya mandi pada hari Jum’at.
Meskipun salat Jum’at dilaksanakan pada waktu salat duhur, namun mandi Jum’at boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Salah satu hadis menerangkan bahwa siapa yang mandi pada hari Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at, maka Allah Swt. akan mengampuni dosa di antara dua Jum’at.

Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menyertakan niat setiap mandi di pagi hari Jum’at. Karena hal itu akan memberikan nilai ibadah pada mandi kita. Inilah yang membedakan mandi di pagi hari Jum’at dengan mandimandi yang lain. Tetapi jangan lupa persiapkan juga diri kita untuk salat Jumat dengan sebaik-baiknya.

APA SALAT JUM'AT ITU
Salat Jumat adalah Salat dua rakaat dengan berjamaah yang dilaksanakan sesudah khotbah Jumat pada waktu duhur di hari Jumat. Hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Salat Jumat pada prinsipnya sama dengan Salat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah. Jumat adalah Salat wajib atau fadu ain yang dilaksanakan oleh setiap muslim laki-laki dalam setiap minggunya pada hari Jumat. Salat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendirisendiri. Agar salat Jumat dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, maka kalian harus mengetahui ketentuan-ketentuannya.

1. Ketentuan Salat Jumat


Syarat Wajib Salat Jumat

 Salat Jumat dilaksanakan dengan syarat-syarat sebagai berikut.

1.    Islam.

  1. b balig (dewasa), anak-anak tidak diwajibkan.
  2. Berakal, orang gila tidak wajib.
  3. Laki-laki, perempuan tidak diwajibkan.
  4. Sehat, orang yang sedang sakit atau berhalangan tidak diwajibkan.
  5. Menetap (bermukim), orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) tidak wajib.

Syarat Sah Mendirikan Salat Jumat

 Salat Jumat dianggap sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Dilaksanakan di tempat yang telah dijadikan tempat bermukim oleh penduduknya, baik di perkotaan maupun di pedesaan.
  2. Dilaksanakan secara berjamaah. Tidak sah hukumnya apabila salat Jumat dilaksanakan sendiri-sendiri.
  3. Dilaksanakan pada waktu zuhur. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi yang artinya :

“ Dari Anas bin Malik,” Sesungguhnya Rasulullah saw. salat Jumat ketika matahari telah tergelincir.” (H.R. Bukhari)


  1. Salat Jumat dilaksanakan dengan didahului dua khotbah.

 Khotbah Jumat

 

Khotbah Jumat merupakan nasihat dan tuntunan ibadah yang disampaikan oleh khatib kepada jamaah salat Jumat. Perhatikan rukun dan syarat khotbah Jumat ini.


Rukun khotbah Jumat


1. Mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt.

  1. Membaca ¡alawat atas Rasulullah saw.
  2. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
  3. Berwasiat (bernasihat).
  4. Membaca ayat al-Qur’an pada salah satu dua khotbah.
  5. Berdoa untuk semua umat Islam pada khotbah yang kedua.
    Syarat Khotbah Jumat
  1. Khotbah Jumat dilaksanakan tepat siang hari saat matahari tinggi dan mulai bergerak condong ke arah Barat.
  2. Khotbah Jumat dilaksanakan dengan berdiri jika mampu.
  3. Khatib hendaklah duduk di antara dua khotbah.
  4. Khotbah disampaikan dengan suara yang keras dan jelas.
  5. Khotbah dilaksanakan secara berturut-turut jarak antara keduanya.
  6. Khatib suci dari hadas dan najis.
  7. Khatib menutup aurat.

 Sunah Khotbah Jumat


1.  Khotbah dilaksanakan di atas mimbar atau tempat yang tinggi.

  1. Khotbah disampaikan dengan kalimah yang fasih, terang, dan mudah dipahami.
  2. Khatib menghadap ke jamaah salat Jumat.
  3. Khatib membaca ¡alawat atau yang lainnya di antara dua khotbah.
  4. Khatib menertibkan tiga rukun, yaitu dimulai dengan puji-pujian, salawat Nabi, dan berwasiat.
  5. Jamaah salat Jumat hendaklah diam, tenang dan memperhatikan khotbah Jumat.
  6. Khatib hendaklah memberi salam.
  7. Khatib hendaklah duduk di kursi mimbar sesudah memberi salam dan mendengarkan azan.

Sunah yang Berkaitan dengan Salat Jumat


1. Mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid.

  1. Memakai pakaian yang bagus dan disunahkan berwarna putih.
  2. Memakai wangi-wangian.
  3. Memotong kuku, menggunting kumis, dan menyisir rambut.
  4. Menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat.
  5. Melaksanakan salat tahiyatul masjid ( salat untuk menghormati masjid)
  6. Membaca al-Qur’an atau zikir sebelum khotbah Jumat.
  7. Memperbanyak doa dan ¡alawat atas Nabi Muhammad saw.

 Adab Melaksanakan salat Jumat

  1. Meluruskan saf (barisan salat). saf di depan yang masih kosong segera diisi. Salah satu kesempurnaan salat berjamaah adalah saf-nya lurus dan rapat.
  2. Ketika khatib sedang berkhotbah, tidak boleh berbicara satu kata pun. Berkata-kata saat khotbah berlangsung menjadikan salat Jumat sia-sia.
       Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda yang artinya:

“Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, ‘diamlah, dan khatib sedang berkhotbah! Sungguh engkau telah berkata sia-sia.” (H.R. Bukhari Muslim).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas. Ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya:

“Barang siapa yang berbicara pada saat imam khotbah Jumat, maka ia seperti keledai yang memikul kitab, sedangkan yang mengingatkan orang untuk diam, maka tidak sempurna salat Jumatnya.” (H.R. Ahmad).

 

 

Hikmah Salat Jumat


1. Memuliakan hari Jumat.

  1. Menguatkan tali silaturrahmi. Kita bisa mengetahui kondisi jamaah yang lainnya. Misalnya, jika kita melihat ada jamaah sedang dilanda kesusahan hidup, kita bisa membantu mereka. Atau, jika ada yang jarang ke masjid karena sakit, kita bisa menjenguk mereka. Bahkan, jika kita melihat ada yang bermaksiat, kita bisa langsung menasihatinya. Dari sini umat Islam bisa mewujudkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa sekaligus saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran dengan amar ma’ruf dan nahi munkar.
  2. Berkumpulnya umat Islam dalam masjid merupakan salah satu cara untuk mencari barakah Allah Swt.
  3. Dengan sering berjamaah di masjid, bisa menambah semangat bekerja kita karena terbiasa melihat orang-orang yang semangat beribadah di masjid.
  4. Melipatgandakan pahala kebaikan.
  5. Membiasakan diri untuk disiplin terhadap waktu.

 

Halangan Salat Jumat


Hal-hal yang dapat dijadikan alasan untuk boleh tidak salat Jumat adalah sebagai berikut :

  1. Sakit. Orang yang sakit diperbolehkan tidak melaksanakan salat Jumat, tetapi harus melaksanakan salat zuhur.
  2. Hujan lebat, angin kencang, dan bencana alam yang menyulitkan untuk melaksanakan salat Jumat.
  3. Musafir, yaitu seseorang yang sedang melaksanakan perjalanan jauh.
  4. Perjalanan menuju tempat melaksanakan salat Jumat tidak aman.

2. Aku Ingin Bisa Salat Jumat

Tata cara pelaksanaan salat Jumat secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Bersihkan terlebih dahulu badan, pakaian, dan tempat dari hadas dan najis atau kotoran.
  2. Sebelum berangkat ke masjid disunahkan untuk mandi terlebih dahulu, memotong kuku, mencukur kumis, dan menghilangkan bau yang tidak sedap.
  3. Pakailah pakaian yang bersih (disunahkan yang berwarna putih, memakai kopiah, dan memakai wangi-wangian.)
  4. Segera pergi ke masjid dan melaksanakan salat tahiyyatul masjid ( salat menghormati masjid) dua rakaat sebelum duduk.
  5. Sambil menunggu khatib naik mimbar disunahkan membaca zikir, salawat Nabi dan membaca Al-Qur’an.
  6. Ketika masuk waktu zuhur muazzin mengumandangkan azan yang pertama.
  7. Setelah selesai azan jamaah melaksanakan salat sunnah qabliyyah/salat sunat Jumat.
  8. Khatib naik ke mimbar mengucapkan salam, muazzin mengumandangkan azan yang kedua.
  9. Bagi yang melaksanakan salat Jumat dengan azan sekali, maka sebelum azan khatib naik mimbar, kemudian dikumandangkan azan. Setelah azan selesai, khatib melaksanakan khutbah.
  10. Khatib menyampaikan khotbahnya dengan dua kali khotbah diselingi dengan duduk di antara dua khotbah.
  11. Pada saat khotbah dibacakan, jamaah memperhatikan dengan khusuk, tidak bercakap-cakap, meskipun suara khotbah tidak terdengar.
  12. Setelah selesai khotbah, muazin mengumandangkan iqamah, sebagai tanda dimulainya salat Jumat.
  13. Jamaah bersiap-siap untuk melaksanakan salat Jumat.
  14. Sebelum salat dimulai, imam hendaknya mengingatkan makmum untuk merapatkan dan meluruskan saf serta mengisinya yang masih kosong.
  15. Imam memimpin salat Jumat berjamaah dua rakaat.
  16. Jamaah disunahkan untuk berzikir dan berdoa setelah selesai salat Jumat.
  17. Sebelum meninggalkan masjid jamaah disunahkan untuk melaksanakan salat sunnah ba’diyah terlebih dahulu.


Share:

Kategori

Popular Posts

SMN 3 PANUMBANGAN. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri yang Diunggulkan

SELAMAT DATANG

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Labels List

Label

Recent Posts

Pages